SUKABUMI — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pemuda Pelopor yang berlokasi di Jalan Siliwangi Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi melakukan inovasi pertanian modern, dengan mengembangkan penanaman secara hidroponik.

Metode ini dipercaya seagai solusi yang tepat untuk bercocok tanam di lahan yang sempit. Terlebih, menjadi terobosan baru bagi para anak muda yang ingin tetap bisa bercocok tanam.

Ketua PKBM Pemuda Pelopor, Rita Kurniati Nurian didampingi Sekertaris PKBM, Nanda Praseptian mengatakan, lahan sempit bukan lagi menjadi kendala untuk bercocok tanam. Bahkan saat ini, aktivitas urban farming atau berkebun di wilayah perkotaan itu semakin populer.

Tak sedikit petani yang berpindah haluan dari budidaya sayuran konvensional ke pertanian hidroponik. “Sejak 2015 kami mengembangkan tanaman hidroponik ini.

Alhamdulillah saat ini warga belajar yang mengikuti pembelajaran hidroponik ini sebanyak 85 orang,” kata Rita kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/19).

Dijelaskannya, budidaya hidroponik ini merupakan suatu metode budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, tetapi memanfaatkan air atau larutan mineral sebagai pengganti media tanah.

“Bertanam hidroponik terbukti hemat dibandingkan dengan menanam konvensional di atas tanah karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari,” terangnya.

Sebab sambung dia, media larutan mineral yang dipergunakan sudah tertampung di dalam wadah yang dipakai sehingga tinggal melakukan pengontrolan saja.

Bertanam hidroponik dapat memaksimalkan lahan terbatas karena tidak membutuhkan lahan yang banyak.

Bahkan, media tanaman bisa dibuat secara bertingkat. “Untuk menanam hidroponik tidak perlu tergantung musim. Karena itu, dapat ditanam kapan saja sesuai dengan planning,” tambahnya.

Lingkungan tempat bertanam hidroponik cenderung lebih bersih dibanding bertanam di atas tanah. Karena itu, membuat dirinya tertarik untuk menerapkan pembelajaran cara menanam tanaman hidroponik.

“Ya, ini salah satu bentuk kami mewujudkan petani berdasi. Karena cara menanam hidroponik ini tidak kotor,” tutupnya. (Cr16/e).

 

Dipublikasikan di RADAR SUKABUMI

WhatsApp Tanya Via WA